Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan kegiatan Piloting Internal Asesmen Kompetensi dan Budaya Digital Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (23/4/2026). | Dok. menpan.go.id
/

PANRB Dorong Kompetensi Digital ASN Menuju Transformasi

/
83 dilihat
3 menit baca

JAKARTA, Pegaf.com — Transformasi digital tidak sekadar menghadirkan teknologi, melainkan menuntut perubahan pola pikir, adaptabilitas, serta integritas aparatur sipil negara dalam ekosistem digital.

Sekretaris Kementerian PANRB Reni Suzana menegaskan hal tersebut saat membuka piloting asesmen kompetensi dan budaya digital ASN di Jakarta, Kamis.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan kegiatan Piloting Internal Asesmen Kompetensi dan Budaya Digital Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (23/4/2026). | Dok. menpan.go.id
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan kegiatan Piloting Internal Asesmen Kompetensi dan Budaya Digital Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (23/4/2026). | Dok. menpan.go.id

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, sehingga penguatan digital mindset menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Selain itu, Kementerian PANRB diharapkan berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk menguji berbagai instrumen sebelum diterapkan secara nasional secara luas.

“Kementerian PANRB harus berperan sebagai Living Lab sebelum mengorkestrasi perubahan dalam skala nasional,” ujar Reni dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan piloting menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menilai efektivitas instrumen dalam mengukur kompetensi digital ASN secara akurat.

Menurutnya, proses ini juga menjawab pertanyaan mendasar terkait kemudahan penggunaan, relevansi kebutuhan, serta ketepatan indikator yang digunakan dalam asesmen.

Lebih lanjut, Reni menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam merumuskan kebijakan, sehingga hasilnya tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar berdampak.

“Kita membutuhkan alat ukur yang valid, reliabel, dan aplikatif agar pengembangan kompetensi ASN tepat sasaran,” tegasnya.

Baca juga:  Pemerintah Wacanakan Kementerian Haji Baru, Apa Dampaknya?

Ia juga menilai bahwa kontribusi peserta sangat penting karena masukan objektif akan menjadi acuan dalam menyempurnakan desain transformasi birokrasi digital.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pengisian instrumen, tetapi mendorong perubahan menuju birokrasi yang lincah dan berorientasi hasil.

Sementara itu, Plt Deputi Transformasi Digital Pemerintah Cahyono Tri Birowo menyampaikan bahwa penguatan kompetensi digital ASN menjadi prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang menekankan percepatan kesiapan digital pemerintahan.

Selain itu, peningkatan kompetensi dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi yang melibatkan berbagai lembaga strategis dalam pengembangan talenta digital ASN.

Kementerian PANRB, LAN, Kementerian Komunikasi dan Digital, BKN, serta BRIN memiliki peran penting dalam pembinaan, asesmen, hingga pengembangan kerangka kompetensi digital.

“Kolaborasi ini memastikan penguatan kompetensi digital berjalan terarah dan terukur,” ujar Cahyono menegaskan.

Sebagai langkah awal, uji coba dilaksanakan di internal Kementerian PANRB dan BRIN untuk memastikan instrumen benar, jelas, serta mudah diterapkan.

Adapun kompetensi yang diuji meliputi literasi digital, kemahiran teknologi, kepemimpinan digital, serta penguatan budaya kerja berbasis digital di lingkungan ASN.*)

Reporter: Juan
Editor: Dilina

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

error: Maaf, seluruh konten dilindungi Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta!